• SMAN 1 JANAPRIA
  • Bertaqwa, Berilmu, Terampil & Mandiri
  • sman1janapria@gmail.com
  • 081 7577 2588 (Text Only)
  • RSS
  • LACAK

"BUAT GURU HEBAT" KU

Saudaraku, pada hari ini mungkin saja kita merasa lelah, capek, bosan dan jenuh. Namun ketahuilah bahwa apa yang kita persembahkan kepada anak didik kita tidak ada yang sia-sia, semua mengandung manfaat, berguna bagi diri kita sendiri maupun bagi anak didik kita.
 
Saudaraku, dimalam hari kita selalu membuka lembaran-lembaran nilai dan materi untuk memastikan sesuatu yang akan diberikan kepada anak didik atau ingin mengetahui anak didik yang belum tuntas. Anak didik yang belum tuntas dipikirkan olehmu agar tuntas walaupun harus berkalang ngantuk, yang baik menjadi rangkuman, yang tidak baik dilewatkan karena hati kita selalu mengharapkan kebaikan. Hati kita mengharapkan anak didik menjadi anak panutan, menjadi contoh bagi rekan-rekannya, contoh bagi lingkungannya dan contoh bagi keluarganya.
 
Saudaraku, tugasmu yang mengajarkan kebaikan, berbagi ilmu dan pengetahuan, memberi contoh dan teladan kepada anak didik, menyebarluaskan pesan-pesan moral merupakan sebuah profesi yang mulia diantara semua profesi, bahkan kedudukan para profesor sekalipun masih dibawah kedudukanmu. Bayangkanlah Tuhan memerintahkan kepada hambanya untuk “iqro” (bacalah), kepada siapa saja perintah itu? Saudaraku, perintah itu kepada guru dan siswa atau kepada siapapun untuk belajar, ujungnya kepada guru pula mereka akan menimba ilmu. Karena guru adalah tangan-tangan Tuhan yang memperkenalkan kekuasaannya, kebesarannya, keagungannya bahkan kesempurnaannya.
Saudaraku, orang mengenalmu sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”, namun bagiku, engkau adalah “pahlawan yang bertabur bintang jasa”. Engkau mungkin tidak pernah menyadari, atau bahkan masyarakat luas pun tidak pernah menyadari betapa setiap keberhasilan dan kesuksesan yang dicapai oleh anak didik, itulah bintang kepahlawanan yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai benda yang menempel dijas, bintang yang hanya menghiasai lemari koleksi atau dinding buram, tetapi bintang yang engkau hasilkan adalah “bintang masa depan”. 
 
Saudaraku, bila engkau pandang disekitarmu, engkau akan menemukan orang-orang yang berkaki-kan roda empat, berlindung dibawah kemegahan dunia, ke mall hanya tinggal gesek berapapun yang mereka bawa pulang. Kesejahteraanmu mungkin jauh dibawah mereka, untuk makan saja berbatas-batasan, berlindung dibawah cengkeraman kayu-kayu lapuk, dilangit-langit rumah nampak laba-laba berpesta, anak-anakmu hanya tersenyum bahagia tetapi niatnya tiadalah sampai karena keterbatasanmu. Akan tetapi ketahuilah bahwa kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati, karena hatimu banyak orang menemukan cahaya ilahi, karena hatimu mereka bisa bertahan hidup, karena hatimu mereka dapat menikmati kemewahan dunia, karena hatimu mereka tahu sesuatu. Kekayaan itulah yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapapun selain engkau para guru.
 
Saudaraku, mungkin semua orang berlomba-lomba mencari kekuasaan, mencari nama, derajat, jabatan, pangkat dan sebagainya. Sementara Engkau hanya mengajar anak didik dengan segala macam ilmu dan pengetahuan, mengajari mereka dengan sikap dan prilaku yang baik, engkau menanamkan pohon kebaikan disetiap hati yang masih hampa dan suci. Ketahuilah bahwa hasil kerjamu, hasil yang engkau tanamkan kepada mereka telah menempatkan engkau pada derajat yang tinggi, tempat yang mulia, kekuasaan yang menguasai kerajaan setiap hati manusia. Namamu telah menghiasi doa-doa para hamba Allah yang shaleh “Ya Allah, lindungilah para guru-guru kami, tempatkanlah mereka di surgamu yang paling mulia, tunjukkanlah mereka jalan yang lurus jalan yang engkau ridhoi dan ampunilah dosa-dosa para guru kami”.
 
Saudaraku, walau engkau tidak sehebat Habibie, tidak selancar Bung Karno bercakap, tidak seilmiah para ilmuwan, tidak memiliki sejumlah tumpukan harta, namun berbanggalah bahwa mereka semua adalah hasil didikan tangan-tangan bijak dari para guru. 
 
Saudaraku, dipundakmu terletak tanggung jawab mulia, di dadamu tersimpan hati nurani tempat bersemayamnya cinta hamba kepada Tuhan, melalui tanganmu goresan yang maha agung diamanahkan. Masihkah engkau merasa rendah? Masihkah engkau belum mengakui arti dirimu? Padahal baik engkau sadari maupun tidak engkau sadari, sejak engkau menjadi guru, sejak itulah engkau mendapat titah dari Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Esa. Sadar atau tidak, engkau telah peroleh “ilmu laduni”, ilmu yang langsung diturunkan Allah SWT kepada hambanya. Renungkanlah, ilmu yang engkau dapat di bangku kuliah belumlah cukup untuk menopang kita menjadi seorang guru, tetapi karena kekuasaan Allah, kita mampu mengemban tugas sebagai guru.
 
Saudaraku, suatu kesyukuran bagi guru karena hidupnya berlimpah doa, doa dari para siswa yang setiap hari senin tepatnya pada saat upacara bendera dipanjatkan. Kalau siswa kita jumlahnya 1000-an orang maka 1000-an doa yang menerangi langkah kita, bagaimana kalau setahun, dua tahun atau selama kita mengajar sampai pensiun. Sementara profesi lain bergelut dengan pekerjaannya, terpeleset sedikit saja, fitnah dunia menyapanya atau tuntutan akhirat menunggunya. Sementara engkau, iringan doa terus menerus menopangmu, timbangan akhirat menantimu buat menambah pundi-pundi kebaikanmu.
 
Saudaraku, marilah kita menggapai surganya Allah dengan cara mengajar anak didik dengan penuh keikhlasan, dengan jiwa besar, dengan kebijaksanaan dari dalam hati yang paling dalam semata-mata karena mengharapkan ridho Allah SWT. Buatlah hidup kita menjadi berarti bagi seluruh umat manusia, tanamkan tekad dan komitmen yang kuat dan dengan pendirian yang teguh untuk selalu menjadi “Pahlawan Masa Depan” bagi generasi penerus bangsa.

Komentar

Mari kita nikmati profesi mulia ini sebagai rasa syukur pada Ilahi....

Dengan pendidikan yang baik dunia dapat diubah.

Guru-guru SMAN 1 Janapria memang luar biasa, perjuangannya, semangatnya, terutama kebersamaannya, satu kata "KREEEEN"

harus bersama

"Jalan hidup seorang murid adalah warisan dan estimasi dari sang guru"terima ksh untuk semua guruku .

demi masa depan

MasyaAllah tetap semangat ibu dan bapak guru, terima kasih banyak atas semua ilmu dan seluruh pengalaman yang ada ???? Semoga sehat selalu dan selalu dilindungi oleh Allah SWT. ????????????

Alhamdulillah , insya Allah doa2 nanda semua terijabah

Saran / Pendapat / Komentar
Tulisan Lainnya
Pasukan Berani Mimpi ~ Wisuda Purnasiswa Angkatan XXIII-2024

Saepul Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria) --- SELAMA kalian punya impian maka kalian tidak akan pernah tersesat, karena impian adalah peta beserta kompas yang akan menunjukkan arah k

17/05/2024 11:05 - Oleh Administrator - Dilihat 5501 kali
PENGGUNAAN CHAT-GPT DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Interview ekslusif RRI Mataram bersama Sdr Saepul Basri M.Ed. Guru SMAN 1 Janapria membahas apa itu Chat-GPT dan apa saja yang perlu diketahui dalam kaitannya dengan dunia pendidik

20/08/2023 16:50 - Oleh Administrator - Dilihat 3145 kali
Transformasi Diri dan Kemenangan Spiritual: Pesan Idul Fitri

  By : H. Wildan ( Kepala SMAN 1 Janapria ) Idul Fitri, atau yang lebih dikenal sebagai Hari Raya Lebaran, adalah salah satu momen yang penuh makna bagi umat Muslim di seluruh du

20/04/2023 23:56 - Oleh Administrator - Dilihat 2486 kali
Belajar itu Hukumnya Fardu 'Ain

Saepul Basri, M.Ed. (Guru SMAN 1 Janapria ~ Lombok Tengah)   Hari ini saya mendapat kesempatan berbicara di depan para peserta MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMAN 1 J

19/07/2022 15:11 - Oleh Administrator - Dilihat 2721 kali
Kurikulum Prototipe Utamakan Pembelajaran Berbasis Proyek

Mulai tahun 2022 hingga 2024, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan tiga opsi kurikulum yang dapat diterapkan satuan pendidikan dalam p

07/02/2022 08:59 - Oleh Administrator - Dilihat 3039 kali